Al Qur’an dan Ilmu Pengetahuan

Tulisan berikut ini merupakan kutipan dari VCD yang aku tonton dan tentunya membuatku kagum dengan apa yg dipaparkan oleh pembicaranya dimana agama yg kita cintai, Islam, mempunyai kitab suci yang merupakan kitab tanda yg paling sempurna yg pernah ada dipermukaan bumi.
Judul dari VCD ini adalah Debat Kristologi Terseru : Al Qur’an dan Injil dari Sudut Pandang Ilmu Pengetahuan (4 disk) dengan para pembicara Dr. Zakir Abdul Karim Naik (Presiden Yayasan Penelitian Islam di Bombay, India) dan Dr. William Campbel (pihak Kristen). Acara ini diselenggarakan oleh Persaudaraan Islam Amerika Utara, dihadiri oleh ratusan umat Islam dan Kristen. Untuk lengkapnya tentu aku sarankan kamu tonton sendiri VCDnya.
Namun, pada tulisan ini, aku hanya memaparkan hal-hal yg dipaparkan oleh Dr. Zakir Abdul Karim Naik pada VCD ini, mengenai Al Qur’an dan Ilmu Pengetahuan.

zakir-naik.jpg Dr. Zakir Abdul Karim Naik adalah seorang dokter dengan pelatihan profesional, beliau juga terkenal sebagai orator Internasional yang dinamis tentang Islam dan perbandingan Agama. Beliau sudah biasa menjelaskan pandangan Islam berdasarkan Alqur’an, Al Hadist dan kitab-kitab agama lainnya dan juga menganut pada alasan logis dan kenyataan ilmiah. Beliau sangat termahsyur atas analisa kritisnya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan menantang yg dilontarkan oleh para hadirin pada setiap akhir ceramahnya. Beliau juga telah mengirimkan lebih dari 400 kuliah umum di seluruh dunia, biasa tampil di beberapa program tv satelit dan internasional dibeberapa negara dunia. Dan telah menulis buku tentang perbandingan islam dengan agama lainnya dan juga berperan dalam beberapa simposium dan berdialog dengan beberapa tokoh-tokoh termahsyur dengan kepercayaan yg berbeda-beda.

Al quran yg agung adalah sebuah kitab terakhir yg diturunkan kepada Nabi terakhir Nabi Muhammad SAW, buku apapun juga yg mengaku sebagai wahyu dari TYME harus teruji dalam waktu, sebelumnya dimasa lampau adalah masa keajaiban, Alhamdulillah, Al qur’an adalah keajaiban dari keajaiban, kemudian datanglah masa sastra dan puisi dan baik orang Islam maupun non Islam mengakui Al qur’an yg agung adalah karya sastra terbaik yg pernah ada dibumi, namun sekarang adalah masa ilmu pengetahun dan teknologi.
Mari kita analisa, apakah Al qur’an sesuai atau tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Albert Einstein mengatakan ilmu pengetahuan tanpa agama, pincang agama tanpa ilmu pengetahuan, buta. Al qur’an bukanlah I L M U P E N G E T A H U A N, Ia adalah buku tentang T A N D A, ia buku tentang ayat-ayat dan disana ada 6000 tanda, ayat dalam Al qur’an yg didalamnya lebih dari 1000 uraian tentang ilmu pengetahuan. Seiring dengan berjalannya waktu ilmu pengetahuan bersifat seperti belokan dan berbentuk seperti huruf U.

Dalam buku Dr. William Campbell (pembicara Kristen) yg menulis tentang jawaban buku Dr. Maurice Bukhail ( yg berjudul Al quran dan Injil berdasarkan Sejarah dan Ilmu pengetahuan dia mengatakan ada 2 macam pendekatan, pertama Concordist Approach (pendekatan kesesuaian) yg berarti seseorang mencoba mencari kesesuaian antara kitab suci dan ilmu pengetahuan, kedua dengan Conflict Approach (pendekatan konflik) dimana seseorang mencoba mempertentangkan antara kitab suci dan ilmu pengetahuan.
Namun sepanjang yg diperhatikan Al Qur’an, tidak peduli apakah seseorang menggunakan pendekatan konflik atau pendekatan kesesuaian sepanjang kita berpikiran logis dan setelah penjelasan logis diberikan, tak satu ayatpun dalam Al qur’an untuk dipertentangkan dengan ilmu pengetahuan modern.
Bidang Astronomi

astronomy1.jpg Sejauh yg dipahami Al qur’an dan Ilmu Pengetahuan Modern dalam Bidang Astronomi, para ilmuwan dan ahli astronomi pada awal-awal dekade, mereka menjelaskan bagaimana alam semesta terbentuk, mereka sebut ledakan besar dan mereka mengatakan awalnya ada satu nebula utama yang kemudian terpisah karena adanya ledakan besar yg menyebabkan terbentuknya galaksi, bintang, matahari dan bumi kita berpijak, yg dikenal dengan teori big bang. Informasi ini termaktub dalam kulit pada Al qur’an QS Al Anbiya :30, “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”, bayangkan informasi yg kita peroleh baru-baru ini , Al Qur’an menyebutkan 1400 tahun lalu.

Ketika kita duduk dibangku sekolah kita belajar bahwa matahari mengelilingi bumi, dia tidak bergerak, bumi dan bulan berputar dalam sumbunya, matahari tidak bergerak, sebuah ayat dalam Al qur’an mengatakan pada QS Al Anbiya 33 :

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.“

Alhamdulillah, sekarang ilmu pengetahuan modern membenarkan pernyataan Al qur’an, kata arab yg digunakan dalam Al qur’an adalah kata ‘yasbahun’ yg menggambarkan pergerakan dari tubuh yg bergerak, karena mengacu pada benda angkasa, maka itu berarti bergerak dan mengelilingi sumbu rotasinya, jadi Al qur’an mengatakan bahwa bulan dan matahari bergerak sekaligus berputar mengelilingi rotasinya, Sekarang kita tahu bahwa matahari membutuhkan waktu kira-kira 25 hari untuk menyelesaikan satu kali putaran.
Siklus Air/Penguapan

siklus-air.jpgAl Qur’an menjelaskan siklus Air dengan detail :
– QS. Ath Tariq 11 : ” Demi langit yang mengandung hujan”
– QS. Nur 43 :

“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”

– QS. Rum 24 :

“ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.”

– QS. Rum 48 :

“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.”

– QS. Az Zumar 21 :

“Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.”

– QS. Al Mukminun 18 :

” Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.”

– QS. Al Hijr 22, QS. Al A’raaf 57, QS. Ar Ra’d 17, QS. Al Furqan 48-49, QS. Fatir 9, QS. Yasin 34, QS. Al Jathiyah 5, QS. Qaf 9 dan QS. Al Waqiah 68-70.
Geologi

geologi.jpgPara ahli Geologi memberitahu kita kalau radius bumi kira-kira 3750 mil dan lapisan yg lebih dalam adalah panas dan cair dan tidak mungkin ada kehidupan disana dan bagian permukaan bumi dimana kita sekarang hidup sangat tipis 1-30 mil dan kemungkinan besar lapisan permukaan bumi ini akan mengalami goncangan, ini disebabkan fenomena lipatan yg menaikkan deret pegunungan dan memberikan stabilitas bagi bumi, Al quran menyebutkannya dalam QS. An Naba’ 6-7 : “Bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan” (6) , ” dan gunung-gunung sebagai pasak” (7), Qur’an tidak menyatakan gunung-gunung menjulang tinggi seperti tiang.
Saat ini kita tahu, gunung memiliki akar-akar yg dalam, ini diketahui pada paruh kedua abad 19 dan bagian luar yg kita lihat pada gunung hanya representasi kecilnya saja, bagian yg tidak kelihatan mirip seperti tiang yg ditancapkan ketanah, yg kita lihat itu hanya puncaknya saja, yg lebih besar di dalam tanah, mirip seperti puncak gunung es, kita hanya bisa melihat bagian atas sebagian besarnya berada didalam air. Berikut pernyataan-pernyataan Al Qur’an tentang ini :

QS Al Ghasiyah 19 : “Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan”

QS An Naziat 32 :“dan gunung-gunung dipancangkannya dengan teguh”

QS. Al Anbiya 31 : “Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.”
QS. Lukman 10 : “Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.”
QS. An Nahl 15 :”Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: